enon...

Hati – Hati Makan Gorengan

In INFO AND TIPS, umum on Mei 22, 2008 at 6:54 am

 Ati-ati ya….

 

Informasi dari milis tetangga…..serem dech  Buat yg hobby makan
gorengan…

Temenku punya pengalaman juga, waktu beli pecel lele di daerah
Jakarta selatan,  ternyata abangnya tidak menuangkan minyak goreng
yang masih diplastik ke  penggorengan. Tapi malah meletakkan minyak
goreng yang masih dalam plastik ke  dalam penggorengan panas. Sehingga
plastiknya meleleh larut dalam minyak panas,  baru pecel lelenya
digoreng dan hasilnya pecel lelenya crispy! (crispy=renyah) serem yaaaaaaaaaa

Kepada semua Tolong baca ini.

Ini adalah kisah nyata, dan seseorang juga menceritakan hal itu
> kepada saya, yang  terjadi padanya di Kedah Tunjang. Saya kira itu
> juga terjadi pada kita juga.
>  Di PERLIS (area pasar malam, dimana mereka selalu menjual PISANG
> GORENG pada  sore hari). Pamanku melihat mereka menggoreng PISANG
> GORENG, mereka  menambahkan sedotan plastik ke dalam minyak goreng
> panas (sedotan=yang biasanya  kita gunakan untuk minum), sedotan
> dilelehkan/dicairkan (melted) ke dalam minyak  goreng panas sebelum
> menggoreng, itulah sebabnya PISANG GORENG, UBI  GORENG, dll selalu
> tetap crispy=renyah selama beberapa jam. Pamanku tidak dapat
> menjelaskan kenapa. Kemudian dia bertanya kepada mereka, namun mereka
> tetap  diam, kemudian pamanku mengatakannya pada ibuku, kemudian kami
> mempraktekkannya dan cara inilah yang membuat makanan tetap renyah.
>  Kemudian ibuku berkata, hati-hati pada makanan Thailand juga, seperti
> ikan bilis,  bawang goreng, meskipun kita meletakkan nya pada udara
> terbuka selama beberapa  jam, makanan tetap renyah (tidak melempem).
>
>  Seperti di CANADA, hanya di tempat kami hujan turun selama 5 kali
> atau kurang dalam  setahun, jadi bila kita meletakkan roti di udara
> terbuka selama semalam, keesokan  harinya rati itu menjadi sangat
> renyah atau kering karena lingkungan disini sangat  kering, tetapi di
> Malaysia, hal itu tidak akan terjadi karena disana kelembaban terlalu
> tinggi.
>
>  Saya pernah ke dataran tinggi Kamerun dengan keluarga saya, sekitar
> pukul
> 3 sore
>  kami berjalan-jalan disekitar pasar, kami melihat banyak penjaja kios
> melakukan usaha  mereka, tiba-tiba sesuatu menarik perhartian saya. di
> salah satu kios, ada sebuah  wajan besar minyak goreng yang didalam
> nya ada botol plastik kosong (ukuran 5 1/2  liter), botol itu
> pelan-pelan mencair di minyak goreng yang panas dan saya terkejut.
>  Saya kira itu suatu kesalahan yang dilakukan oleh anak kecil, tetapi
> ketika saya melihat  lebih dekat, saya melihat ada beberapa sedotan
> plastik (chopstick) didalam botol plastik  tersebut, segera meminta
> keluarga saya untuk datang dan memeriksanya, pada saat itu  orang tua
> anak kecil tadi datang, mereka memandang kami dengan garang, . mereka
> menggunakan cairan plastik untuk menggoreng makanan, alasannya agar
> makanan  yang digoreng tidak melempem.
>
>  Kami mempraktek kannya seperti ini,
>  Minyak goreng tanpa plastik, makanan agak melempem setelah beberapa
lama.
>  Kemudian ditambahkan plastik, kemudian menggoreng lagi . makanan
> menjadi  renyah, lebih renyah dari KFC
>
>  Please stop eating this hawker’s fried food…This is their secret
> receive…
>  Pls forward to all your friend..
>  DO NOT EAT CRISPY FOOD esp from the hawker !.. Try leave it in the
> open air for  hours and see.

  1. Wah ini mengerikan, padahal saya kalo pulang kerja begitu turn dari bus langsung nongrong di orang jual gorengan. Asyik banget disitu karena ngobrol sama temen temen. Terkadang saya juga ikutan bantu goreng. Tapi kok gak ada ya yang masukin sedotan. Semoga saja mereka gak pernah dengar agar tidak melakukan hal yang sama. Jadi yang perlu diwaspadai kalo kita makan gorengan ditempat yang gak jelas. wah sedih juga denger ini…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: